Tidak hanya perusahaan otomotif asal Jepang saja yang ikut serta program pemerintah, mobil murah ramah lingkungan atau Low Cost Green Car (LCGC). Perusahaan mobil dari Amerika Serikat, General Motors, juga memberikan sinyal bermain di segmen tersebut.
"Sedang disiapkan," kata Presiden Direktur GM Indonesia, Michael Dunne, di sela-sela pembukaan dealer Chevrolet di Bekasi, Barat, Selasa 12 November 2013.
Michael Dunne menuturkan, saat ini GM dengan brand Chevrolet masih melihat seberapa besar perkembangan pasar mobil murah di Indonesia.
Untuk model yang akan disiapkan, Michael Dunne masih menutup rapat-rapat. Apakah hatchback lima penumpang atau MPV (Multi Purpose Vehicle) tujuh penumpang.
Menurut Dunne, hadirnya mobil murah membuat populasi kendaraan roda empat bertambah. Kondisi ini, kata dia harus diimbangi dengan dukungan pembangunan infrastruktur jalan.
Hingga saat ini, perusahaan mobil yang sudah meluncurkan produk LCGC terdiri dari empat perusahaan asal negeri Sakura, diantaranya Toyota Agya, Daihatsu Ayla, Honda Brio Satya, dan Suzuki Karimun Wagon-R.
Sedangkan untuk Datsun (Nissan), meski belum diluncurkan, mereka sudah menyatakan ikut serta dalam program mobil murah dan telah memperkenalkan produknya pada 17 September lalu, yakni Datsun GO dan GO+.
Berdasarkan Peraturan Menteri Perindustrian Nomor 33 Tahun 2013 tentang Pengembangan Produksi Kendaraan Bermotor Roda Empat yang Hemat Energi dan Harga Terjangkau, di pasal 2 disebutkan, salah satu kategori LCGC adalah kendaraan bermesin diesel dengan kapasitas 0 -1.500cc dan konsumsi bahan bakar minimal 20 kpl.
Jika melihat persyaratan itu, GM Indonesia tentu punya peluang besar, mengingat mereka memiliki Spin diesel untuk dijadikan mobil murah.
SUMBER
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
Powered by Blogger.



No comments:
Post a Comment